PERSPEKTIF UMUM MANAJEMEN STRATEGIK

PERSPEKTIF UMUM MANAJEMEN STRATEGIK
Gambar oleh StartupStockPhotos dari Pixabay
Perspektif Umum Manajemen Strategik - Dalam bidang ekonomi khuusnya di lingkungan bsinis yang mengembangkan manajemen secara teoretis dan praktis, manajemen strategik telah cukup lama dikenal dan dikembangkan. Manajemen strategik kini menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan pengambilan keputusan yang akan menentukan apakah suatu perushaan itu unggul dan dapat bertahan hidup atau menghadapi kematiannya disebut juga dengan manajemen strategik. Strategi ini dapat berjalan dengan  baik ketika manajer strategi dapat menggunakan sebaik-baiknya sumber daya perusahaan dalam lingkungan yang berubah-ubah.
Strategi ini dapat berjalan dengan  baik ketika manajer strategi dapat menggunakan sebaik-baiknya sumber daya perusahaan dalam lingkungan yang berubah-ubah.
Pengimplementasian manajemen strategik di lingkungan organisasi bidang bisnis didasari oleh falsafah yang berisi nilai-nilai persaingan bebas antar organisasi bisnis sejenis, melalui pendayagunaan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang bersifat strategik. Tujuan tersebut adalah mempertahankan dan menembangkan eksistensi masing-masing untuk jangka waktu panjang, melalui kemampuan meraih laba kompetitif secara berkelanjutan. Setiap organisasi yang berorientasi profit (profit oriented) memiliki otonomi dalam menjalankan manajemennya, berupa kebebasan mewujudkan pengembangan organisasinya antara lain dengan memilih pengimplementasian manajemen strategi atau manajemen lainnya yang dinilai terbaik. Lebih lanjut, kebutuhan atau pentingnya manajemen strategik antara lain:
  1. Manajemen strategik membantu perusahaan melihat lebih dulu acaman dan peluang di masa depan;
  2. Manajemen strategik menyediakan sasaran yang jelas serta arah untuk masa depan perusahaan;
  3. Riset dalam manajemen strategik dapat membantu para manajer, dan hal ini kelihatannya mengesankan bahwa perencanaan formal membantu keberhasilan.
Demikian pula, dalam rangka mencapai tujuan perusahaan diperlukan suatu alat yang berperan sebagai akselerator dan dinamisator, sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Sejalan dengan hal tersebut, strategi diyakini sebagai alat untuk mencapai tujuan. Dalam perkembangannya, konsep mengenai strategi mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Hal tersebut antara lain ditandai dengan berbagai definisi dari para ahli yang merujuk pada strategi. Dalam Webster's New World Dictionary "strategi" didefinisikan sebagai the science of planning and directing military operation. Akan tetapi konsep strategi ini ternyata tidak dapat dipandang hanya dari satu sisi. Lebih jauh strategi diartikan sebagai alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tundak lanjut dan prioritas alokasi sumber daya serta untuk menciptakan keunggulan bersaing.

Dengan demikian strategi dapat dipandang sebagai suatu alat yang dapat menentukan langkah perusahaan baik dalam jangka pendek maupun jangka [panjang dan mengearah pada upaya menciptakan keunggulan bersaing. Di samping itu strategi diartikan sebagai rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan dirancnang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.

Dengan kata lain, strategi dapat dikatakan sebagau sarana untuk mencapai tujuan akhir (sasaran), akan tetapi strategi sendiri bukan sekadar suatu rencana. Strategi harus bersifat menyeluruh dan terpadu yang dimulai dengan konsep penggunaan sumber daya perushaan secara paling efektif dalam lingkungan yang berubah-ubah. Strategi harus dilaksanakan secara efektif, sehingga rencana strategi harus dipadukan dengan amsalah operasional. Peluang keberhasilan diperbesar oelh kombinasi dari perencanaan strategi yang baik dengan pelaksanaan strategi yang baik pula.
Strategi harus dilaksanakan secara efektif, sehingga rencana strategi harus dipadukan dengan amsalah operasional.
Hill dan Jones (1998) meninjau strategi dari dua sisi, yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan baru (modern). Pada pendekatan tradisional (the traditional approach), strategi dipandang sebagai pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama perusahaan, kebijakan-kebijakan dan tahapan tindakan-tindakan yang mengarah pada keseluruhan yang bersifat kohesif atau saling terkait. Pada pendekatan baru (the modern approach), strategi merupakan pola di dalam arus keputusan atau tindakan.

Berdasarkan tinjauan konsep strategi tersebut, maka strategi perusahaan dapat didefinisikan sebagai:
  1. Alat bagi perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuannya;
  2. Seperangkat perencanaan yang dirumuskan oleh perusahaan sebagai hasil pengkajian mendalam terhadap kondisi kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal; dan
  3. Pola arus dinamis yang diterapkan sejalan dengan keputusan dan tindakan yang dipilih oleh perusahaan.
Strategi dapat dikaitkan dengan upaya perusahaan untuk mencapai keunggulan bersaing, bahkan Porter (1992) menyatakan bahwa strategi adalah alat penting dalam rangka mencapi keunggulan bersaing. Hal tersebut sejaland engan tujuan strategi yaitu untuk mempertahankan atau mencapai suatu posisi keunggulan dibandingkan dengan pihak pesaing. Implikasi dari kajian tersebut adalah bahwa perusahaan dikatakan masih meraih suatu keunggulan apabila perusahaan dapat memanfaatkan peluang-peluang dari lingkungannya, yang memungkinkan perusahaan untuk menarik keuntungan-keuntungan dari bidang-bidang yang menjadi kekuatannya.

Terkait dengan pembahasan manajemen strategik, salah satu hal perlu dipahami mengenai sudut pandang atau perspektif manajemen strategik. Perspektif dalam kaitan ini adalah perspektif kognitif, yang merupakan estimasi dalam pilihan atas konteks atau referensi dalam memilih cara pandan gyang didasari oleh kodifikasi galaman, evaluasi dalam pembentukan kepercayaan yang koheren, pembandingan, paradigma, pandangan, komprehensif dan kenyataan. Dengan demikian perspektif manajemen strategik merupakan cara pandang terhadap manajemen strategik secara menyeluruh tentang pengertian, unsur-unsur, ruang lingkup dan komponen-komponen yang relevan. Cara pandang terhadap manajemen strategik dapat saja berbeda-beda tergantung bagaimana perspektif pihak yang menggunakan pendekatan tersebut. Di samping itu kepekaan dan daya intuisi memiliki peran dalam memandang manajemen strategik.

Perspektif manajemen sangat dibutuhkan mengingat perubahan lingkungan dan teknologi yang begitu cepat memaksa organisasi untuk menyesuaikan dirinya. Sudah banyak contoh organisasi atau eprusahaan yang gagal dalam menyesuaikan dengan perubahan akhirnya tertinggal oleh pesaing-pesaingnya dan akhirnya mati. Namun sebaliknya perusahaan-perusahaan besar yang mau terus bergerak secara inovatif akan selalu mampu bertahan menyongsong perubahan. Sebagai contoh di Indonesia, banyak perusahaan yang dapat hidup dan bertahan lama seperti BNI, BCA, Gudang Garam dan lain sebagainya, namun ada pula perusahaan yang hanya bertahan seberntar saja. Walaupun perusahaan yang bertahan lama tersebut tidak selalu mengalami masa kejayaan, bahkan tidak jarang yang mengalami masa kritis atau hampir pailit, mereka berhasil melewatinya. Namun ada juga perusahaan yang tidak dapat menghindari diri menjadi tua yang rentan terhadap "penyakit". Pada saat itu organisasi ini akan bergerak lamban, rentan, kusam, kurang darah, tak bersemangat dan seterusnya. Pada saat itulah dibutuhkan cara pandang yang berbeda atau perubahan. Jika tidak segera berubah maka organisasi seperti ini akan tergusur serta tertinggal jauh oleh pesaing-pesaingnya.

Dalam kaitan ini manajemen strategik dapat menjadi jawaban tentang bagaimana melakukan perubahan sesuai dengan kondisi internal dan dinamika eksternal. Lebih jauh lagi, perspektif atau cara pandang manajemen strategik turut menentukan bagaimana manajemen strategik dapat dipahami sebagai suatu pendekatan dalam pengelolaan organisasi yang senantiasa menyesuaikan dengan kondisi lingkungan internal maupun eksternal.



Susanto, AB. 2014. Manajemen Strategik Komperhensif Untuk Mahasiswa dan Praktisi. Jakarta: Erlangga.
Hanif Muammar Rifqi
Hanif Muammar Rifqi UI/UX Designer & Full Stack Developer

Posting Komentar untuk "PERSPEKTIF UMUM MANAJEMEN STRATEGIK"