KERANGKA KERJA KONSEPTUAL DAN ASUMSI DASAR
![]() |
Gambar oleh edar dari Pixabay |
Kerangka Kerja Konseptual Dan Asumsi Dasar - Sebuah landasan teori yang kuat sangat diperlukan
terutama karena praktik akuntan selalu dihadapi dengan perubahan lingkungan dunia
usaha. Akuntan secara terus menerus dan mau tidak mau dihadapkan dengan situasi
yang baru, kemajuan teknologi, dan inovasi bisnis yang tentu saja semua ini
akan menimbulkan masalah pelaporan dan akuntansi yang baru pula.
Masalah-masalah ini harus dapat ditangani dengan cara yang lebih konsisten dan
terorganisasi secara lebih baik. Kerangka kerja konseptual memainkan peranan
yang sangat penting terutama di dalam pengembangan sebuah standar akuntansi
yang baru dan revisi atas standar akuntansi yang telah diberlakukan sebelumnya.
Ketika akuntan harus berhadapan dengan masalah baru yang
belum ada standar akuntansinya, maka kerangka kerja konseptual ini diharapkan dapat
memberikan sebuah acuan (referensi) untuk menganalisa dan memecahkan
masalah-masalah akuntansi yang terkini tersebut. Jadi, kerangka kerja
konseptual tidak hanya membantu profesi akuntansi dalam memahami
praktik-praktik yang ada tetapi juga memberikan arahan (pedomam) untuk
menangani praktik-praktik akuntansi di masa yang akan datang. Kerangka kerja
konseptual memberikan dasar/landasan yang konsisten dan memadai bagi para
penyusun standar akuntansi, penyusun laporan keuangan, pengguna laporan
keuangan, dan pihak-pihak lainnya yang turut terlibat dalam proses pelaporan
keuangan. Kerangka kerja konseptual memang tidak akan dapat memecahkan seluruh
problem akuntansi, tetapi jika digunakan secara konsisten maka kerangka kerja
ini seharusnya dapat membantu memperbaiki pelaporan keuangan.
Tujuan utama pelaporan keuangan seperti yang tertuang
dalam kerangka kerja konseptual adalah usefulness, understandability, target
audience investors &. creditors, assessing future cash flows, evaluating
economic resources, dan primary focus on earnings. Tujuan
keseluruhan dari pelaporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang
berguna dalam pengambilan keputusan. Pengguna informasi akuntansi harus dapat
memperoleh pemahaman mengenai kondisi keuangan dan hasil operasional perusahaan
lewat pelaporan keuangan. Investor sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan
yang disusun investee terutama dalam hal pembagian deviden, sedangkan kreditur
berkepentingan dalam hal pengembalian jumlah pokok pinjaman berikut bunganya.
lnvestor dan kreditur terutama sangat tertarik terhadap arus kas investee/debitur
di masa mendatang.
Pelaporan keuangan juga seharusnya dapat memberikan
informasi mengenai aktiva, kewajiban, dan modal perusahaan untuk membantu
investor dan kreditur serta pihak-pihak lainnya untuk mengevaluasi kekuatan dan
kelemahan keuangan perusahaan dan likuiditas serta solvabilitas. Informasi ini
akan membantu users menentukan kondisi keuangan perusahaan. Informasi
mengenai earnings perusahaan, yang diukur dengan accrual accounting, pada umumnya memberikan
dasar yang lebih baik dalam hal memprediksi kinerja perusahaan di masa depan
dari pada informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas. Jadi, di dalam kerangka
kerja konseptual disebutkan bahwa fokus utama pelaporan keuangan adalah
informasi mengenai kinerja perusahaan yang diberikan oleh ukuran earnings
dan komponen-komponennya yang tidak terlepas dari pengaruh iklim perubahan dunia
usaha.
Dalam kerangka kerja konseptual disebutkan bahwa proses
pelaporan keuangan meliputi: (1) identifikasi dan analisa peristiwa dan transaksi
perusahaan, (2) pemilihan kebijakan akuntansi, (3) aplikasi kebijakan akuntansi,
(4) melibatkan estimasi dan pertimbangan-pertimbangan (judgments)
akuntan secara profesional, (5) pengungkapan (disclosures) tentang
transaksi, peristiwa, kebijakan, estimasi, dan judgments. Dalam kerangka
kerja konseptual juga disebutkan bahwa informasi keuangan dikatakan berkualitas
jika memiliki karakteristik kualitatif relevansi (relevance) dan
keandalan (reliabitity).
Profesi akuntansi telah mengembangkan seperangkat
standar yang berlaku umum dan diterima universal. Standar ini dinamakan sebagai
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principles).
Standar ini dipelukan sebagai patokan (pedoman) dalam penyusunan laporan keuangan
yang baku . Dengan
adanya standar ini, pihak manajemen selaku pengelola dana dan aktivitas
perusahaan dapat mencatat, mengikhtisarkan, dan melaporkan seluruh hasil
kegiatan operasional maupun finansial perusahaan secara baku (yang secara standar diterima umum) dan
transparan. Laporan keuangan yang telah disusun manajemen berdasarkan standar/prinsip
akuntansi yang berlaku umum ini merupakan salah satu bentuk dari pertanggungjawaban
manajemen kepada investor selaku pemilik dana.
- Monetary Unit Assumption (Asumsi Unit Moneter)
Data transaksi yang akan dilaporkan dalam catatan akuntansi harus dapat dinyatakan dalam satuan mata uang (unit moneter). Asumsi ini memungkinkan akuntansi untuk meng-kwantifikasi (mengukur) setiap transaksi bisnis/peristiwa ekonomi ke dalam nilai uang. Asumsi unit moneter terkait langsung dengan penerapan konsep biaya (cost concept). Konsep biaya digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan di mana aktiva yang dibeli kebanyakan dicatat sebesar harga perolehannya (cost); historical cost accounting. Diasumsikan pula bahwa nilai baya beli adalah konstan, sesuai dengan asumsi stable monetary unit, yang berarti mengabaikan efek inflasi. - Economic/ Business Entity
Assumption (Asumsi Kesatuan Usaha)
Adanya pemisahan pencatatan antara transaksi perusahaan sebagai entitas ekonomi dengan transaksi pemilik sebagai individu dan transaksi entitas ekonomi lainnya. - Accounting/Time Period
Assumption (Asumsi Periode Akuntansi)
Informasi akuntansi dibutuhkan atas dasar ketepatan waktu (timely basis). Umur aktivitas perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa periode akuntansi, seperti bulanan (monthly), tiga bulanan (quarterly), atau tahunan (annually). - Going Concern Assumption (Asumsi Kesinambungan Usaha)Perusahaan didirikan dengan maksud untuk tidak dilikuidasi (dibubarkan) dalam jangka waktu dekat, akan tetapi perusahaan diharapkan akan tetap terus beroperasi (exist) dalam jangka waktu yang tidak terbatas.
Baca juga UTILITAS AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN
Posting Komentar untuk "KERANGKA KERJA KONSEPTUAL DAN ASUMSI DASAR"
Posting Komentar
Berkomentarlah yang membangun!