PROTOCOL DAN PENANGANAN KESALAHAN TRANSMISI DATA
![]() |
Gambar oleh PublicDomainPictures dari Pixabay |
PROTOCOL
Protocol dan Penanganan Kesalahan Transmisi Data - Protocol adalah suatu kumpulan dari aturan-aturan yang berhubungan dengan komunikasi data antara alat-alat komunikasi supaya komunikasi data dapat dilakukan dengan benar. Jabatan tangan merupakan contoh dari protocol antara dua manusia yang akan berkomunikasi. Di istilah komputer jabatan tangan (handshaking) menunjukkan suatu protocol dari komunikasi data bila dua buah alat dihubungkan satu dengan yang lainnya untuk menentukan bahwa keduanya telah kompatibel.
Supaya kompatibel, maka pada transmisi data, keduanya harus mempunyai transfer rate (tingkat pengiriman) yang sama, format datanya harus sama, tipe transmisinya harus sama dan mode transmisinya juga harus sama. Jika semua kondisi tersebut telah kompatibel, maka dapat dilakukan komunikasi data dengan benar. Protocol umumnya berupa suatu software yang mengatur komunikasi data tersebut.
PENANGANAN KESALAHAN TRANSMISI
Dalam suatu transmisi data dapat terjadi gangguan-gangguanyang tidak diharapkan. Gangguan-gangguan tersebut disebut dengan noise. Bila terjadi noise, maka data yang ditransmisikan akan terjadi kesalahan. Di dalam transmisi data yang penting, kesalahan-kesalahan transmisi haru sdapat dideteksi dan dibetulkan. Pendeteksian kesalahan transmisi dapat dilakukan dengan teknik pantulan (echo technique), pengecekan pariti dua koordinat (two-coordinate parity checking) atau cyclic redundancy checking.
ECHO TECHNIQUE
Echo technique atau disebut juga echoplex merupakan cara pendeteksian kesalahan dengan cara data yang sudah ditransmisikan dipantulkan atau dikirmkan balik (echo) oleh cara penerima kembali ke pengirim. Pengirim kemudian membandingkan hasil yan gdikirimkan balik tersebut dengan apa yang dikirimkan, bila keduanya cocok, berarti tidak terjadi kesalahan, bila tidak cocok, berarti terjadi kesalahan dalam transmisi.
TWO-COORDINATE PARITY CHECKING
Two-coordinate parity checking melakukan pendeteksian data yang ditransmisikan denganjalan memeriksa pariti dari dua arah koordinat. Tiap-tiap karakter yang ditransmisikan diberi tambahan sebuah bit yang berfungsi se bagai parity check dan satu blok karakter yang ditransmisikan diberi sebuah karakter tambahan yang berfungsi sebagai block check character (BCC). BCC disebut juga dengan longitudinal redundancy chect character (LRCC).
Bit parity (parity bit) untuk tiap-tiap karakter dalamcara ini disebut dengan character parity bit atau horizontal parity bit atau transverse parity bit atau lateral parity bit atau row parity bit. Sedang bit-bit paritu pada BCC disebut dengan block check character parity bit atau longitudinal parity check atau cloumn parity check atau vertical parity check.
Sumber pengirim data menambahkan suatu BCC pada akhir dari suatu block data yang dikirimkan. Penerima (source) membentuk sendiri BCC berdasarkan karakter-karakter yan gditerima dalam satu blok dankemudian membandingkan BCC yang dibentuk tersebut dengan BCC yang diterima. Bila cocok, berarti block data yang dikirim tidak ada kesalahan.
Bila ada sebuah bit yan gsalah dalam suatu karakter, maka bit tersebut dapat dideteksi dan dapat dibetulkan secara otomatis, karena character parity bit (horizontal parity bit) dan block check character parity bit (vertical parity check) untuk bit tersebut akan tidak benar.
Bila ada dua kesalahan bit yang terjadi di dalam suatu karakter, character parity bit tidak dapat menunjukkan kesalahan, tetapi BCC parity bit akan mendeteksi kesalahan tersebut, namun letak dari kesalahan tersebut tidak dapat ditunjukkan sehingga tidak dapat dibetulkan secara otomatis.
Secara sama bila ada dua kesalahan bit yang terjadi di posisi bit yan gsama dari dua karakter, kesalahan tersebut tidak tampak di BCC parity bit, tetapi character parity bit untuk masing-masing karakter yang salah akan terdeteksi dan tidak dapat secara otomatis dibetulkan karena letak kesalahannya tidak dapat di tunjukkan.
CYCLIC REDUNDANCY CHECKING
Cyclic redundancy checking dilakukan dengan cara membagi nilai bilangan binari dari data yang ditransmisikan dengan suatu nilai bilangan binari yang lainnya yang disebut dengan constant. Proses pembagian data dengan suau konstanta (constant) akan didapatkan suatu quotient (hasil bagi) dan sebuah remainder (sisa pembagian). Remainder ini yang akan dipergunakan sebagai obyek deteksi yan gidtambahkan pada akhir dari data yan gditransmisikan. Penerima (receiver) menerima data yang ditransmisikan dalam bentuk bilangan binari, membaginya dengan suatu constant yang sama dan juga akan dihasilkan suatu quotient serta suatu remainder. Remainder yang dihitung oleh penerima akan dibandingkan dengan remainder yang diterima. Bila cocok, maka data yang ditransmisikan tidak terjadi kesalahan. BIla tidak cocok, berarti terjadi cyclic redundancy check (CRC) error.
Hartono, Jogiyanto. 2000. Pengenalan Komputer. Yogyakarta: ANDI.
Posting Komentar untuk "PROTOCOL DAN PENANGANAN KESALAHAN TRANSMISI DATA"
Posting Komentar
Berkomentarlah yang membangun!