SISTEMATIKA BUKU PETUNJUK TELEPON
![]() |
SISTEMATIKA BUKU PETUNJUK TELEPON |
Setiap kali aku membuka buku petunjuk telepon, kenangan masa lalu seolah terulang kembali. Merasakan kehangatan suara seseorang di ujung telepon, mencari nomor kantor pemerintah untuk mengurus urusan administrasi, atau sekedar mencari nomor teman lama. Buku petunjuk telepon telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, menyimpan begitu banyak cerita dan memori yang tak terlupakan.
Sistematika Buku Petunjuk Telepon - Di balik setiap halaman yang kita buka, ada sistem dan struktur yang tersusun dengan rapi. Ini memudahkan kita untuk menemukan informasi yang dibutuhkan. Sistematika buku petunjuk telepon menjadi kunci utama agar kita dapat dengan cepat dan efisien mencari dan mendapatkan informasi teknis yang kami cari. Menjelajahi panduan pengguna buku telepon ini akan membuka wawasan baru tentang betapa terstrukturnya informasi yang disajikan demi memenuhi kebutuhan kita sebagai pengguna.
Sejarah Perkembangan Buku Petunjuk Telepon di Indonesia
Buku petunjuk telepon telah membantu komunikasi masyarakat selama hampir satu abad. Di Indonesia, sejarah buku petunjuk telepon berkembang berkat peran globalnya.
Era INFOMEDIA sebagai Pelopor
PT. Infomedia Nusantara (Infomedia) didirikan pada tahun 1975. Ini adalah perusahaan informasi telepon pertama di Indonesia. Infomedia memulai bisnis direktori di negara ini.
Transformasi PT ELNUSA YELLOW PAGES
Pada tahun 1980, PT ELNUSA YELLOW PAGES didirikan. Awalnya, mereka menerbitkan Buku Petunjuk Telepon TELKOM. Pada 1995, setelah investasi dari TELKOM, Infomedia berganti nama menjadi PT Infomedia Nusantara. Mereka berkembang menjadi tiga bisnis utama: Layanan Direktori, Contact Center, dan Konten.
Perkembangan Modern Direktori Telepon
Perkembangan teknologi membuat direktori telepon modern berubah menjadi digital. Infomedia mengembangkan bisnisnya ke CD-ROM, e-book, situs web, dan aplikasi. Inovasi ini memudahkan akses informasi bisnis dan kontak.
Tahun | Perkembangan |
---|---|
1878 | Buku telepon pertama di dunia diterbitkan di New Haven, Connecticut, AS dengan 50 nomor telepon. |
1880 | Buku telepon pertama di Britania Raya diterbitkan di London dengan 248 nomor. |
1981 | Sistem Minitel di Prancis diluncurkan, memungkinkan akses daftar pengguna telepon melalui layar komputer. |
1995 | Buku telepon digital pertama, Infobel.be, diluncurkan di Belgia. |
1996 - 1999 | Buku telepon digital diluncurkan di Amerika Serikat dan Inggris. |
1886 | Format Yellow Pages (buku kuning) diperkenalkan oleh Reuben H. Donnelley. |
1962 | Logo "Walking Fingers" untuk Yellow Pages diciptakan oleh Henry Alexander. |
Buku telepon dibagi menjadi beberapa bagian. Masing-masing memiliki fungsi dan konten yang berbeda. Bagian-bagian tersebut adalah:
- Bagian pertama terletak di cover dalam buku telepon. Bagian ini memuat nomor-nomor penting pelayanan umum, misalnya polisi, ambulans, SAR, rumah sakit, pemadam kebakaran dan sebagainya.
- Bagian berikutnya merupakan halaman-halaman pendahuluan. Pada bagian ini dijelaskan cara mencari wilayah nama dan nomor telepon.
- Bagian ketiga adalah bagian utama buku telepon. bagian ini terbagi atas 2 bagian, yaitu halaman putih dan halaman kuning.
Halaman Putih
Halaman putih adalah direktori yang berisi informasi tentang berbagai organisasi dan individu. Ini dibagi menjadi dua bagian utama: departemen dan lembaga negara, serta pelanggan pribadi. Nama dan gelar, sistem pengelompokan, dan format alamat sangat penting untuk menyusun halaman putih yang teratur.
Halaman putih terdiri dari 2 kelompok berikut ini.
- Departemen, lembaga negara, lembaga non departemen beserta alamat dan nomor teleponnya.
Pada bagian ini, pencantuman departemen atau lembaga berdasarkan struktur organisasi. Selain itu, lembaga pemerintahan yang berada di bawah suatu deparemen ditempatkan di bawah departemen penerangan. Nama perusahaan diletakkan sebelum singkatan badan usaha, seperti "PT", "CV", atau "Firma".
- Nama pelanggan pribadi beserta alamat dan nomor teleponnya.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bagian ini, yaitu:
Nama keluarga dicantumkan di depan baru diikuti nama pribadi, misalnya: Bonar Siagian, pada abjad S tertulis Siagian Bonar.
Nama pribadi tanpa nama keluarga di tulis langsung, misalnya: Sophia Danarena, pada abjad S tertulis Sophia Danarena.
Singkatan nama, gelar, pangkat, dan lainnya yang sejenis dicantumkan di belakang, misalnya:
- A. Darmiyati ditulis Darmiyati, A.
- Drs. Soekarno ditulis Soekarno, Drs.
Nama perusahaan didahulukan, kemudian diikuti oleh bentuk badan usaha itu, misalnya:
- Toko Santi ditulis Santi Toko.
- PT Teladan ditulis Teladan Toko.
Untuk memudahkan pencarian, gunakan petunjuk abjad yang tertulis di sudut kiri dan kanan atas setiap halaman, misalnya:
Veronika terdapat pada halaman dengan petunjuk halaman UUN-VIN.
Buku petunjuk telepon juga dilengkapi dengan panduan penggunaan. Ini memungkinkan pembaca menemukan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
Halaman Kuning
Halaman kuning di buku petunjuk telepon sangat berguna. Saat menggunakan bagian ini, perhatikanlah hal-hal berikut!- Halaman kuning memuat daftar nama badan usaha yang disusun menurut kelompok-kelompok jenis usaha.
- Untuk mempercepat pencarian, lihatlah lebih dahulu indeks yang ada di awal halaman kuning!
Informasi di halaman kuning disusun berdasarkan kategori bisnis. Ini memudahkan Anda menemukan informasi yang dibutuhkan. Berikut adalah panduan penggunaan halaman kuning yang bisa membantu:
- Catat kategori bisnis yang Anda cari, seperti "Restoran", "Toko Elektronik", atau "Bengkel".
- Temukan indeks kategori bisnis yang sesuai di awal halaman kuning.
- Telusuri halaman kuning berdasarkan kategori bisnis yang Anda cari.
- Temukan nama perusahaan, alamat, dan nomor telepon yang Anda butuhkan.
Dengan mengikuti arahan penggunaan ini, Anda bisa cepat menemukan informasi yang Anda cari di halaman kuning buku petunjuk telepon.
Metode Pencarian Informasi dalam Buku Telepon
Mencari informasi di buku telepon bisa jadi sulit. Tapi, dengan teknik yang tepat, Anda bisa menemukan apa yang dibutuhkan dengan cepat.
Teknik Pencarian Berdasarkan Abjad
Metode pencarian yang sering digunakan adalah sistem abjad. Cari nama atau kategori yang Anda inginkan. Lalu, cari di daftar alfabetis. Ini sangat membantu untuk mencari kontak spesifik.
Sistem Indeks dan Referensi Silang
Buku telepon modern sering dilengkapi sistem indeks. Ini ada di bagian belakang, membantu Anda menemukan kategori dan halaman terkait. Sistem referensi silang juga bisa menambah informasi yang relevan.
Metode Pencarian | Kelebihan | Kekurangan |
---|---|---|
Pencarian Alfabetis |
|
|
Sistem Indeks dan Referensi Silang |
|
|
Dengan memahami metode pencarian, teknik pencarian abjad, dan sistem indeks, Anda bisa cepat menemukan informasi yang dibutuhkan.
Kategori dan Klasifikasi Nomor Penting
Nomor penting untuk keadaan darurat dan layanan publik ada di awal buku petunjuk telepon. Ini biasanya di sampul depan. Tujuannya agar kita bisa cepat menghubungi layanan seperti polisi, ambulans, dan rumah sakit.
Klasifikasi ini memudahkan kita menemukan nomor darurat. Ini penting untuk kecepatan dan efisiensi saat kita butuh bantuan segera.
- Nomor polisi
- Nomor ambulans
- Nomor SAR (Pencarian dan Pertolongan)
- Nomor rumah sakit
- Nomor pemadam kebakaran
Ada juga kategori lain dalam buku petunjuk telepon:
- Nomor pusat informasi pemerintahan
- Nomor layanan darurat lainnya
- Nomor kontak instansi dan lembaga publik
Dengan sistem klasifikasi ini, buku petunjuk telepon sangat membantu. Ini memudahkan kita untuk kontak layanan darurat dengan cepat.
Digitalisasi Buku Petunjuk Telepon Modern
Perkembangan teknologi membuat buku petunjuk telepon kini tersedia digital dan online.
Di Indonesia, buku telepon digital semakin populer. Pengguna internet di negara ini naik 8,9% di semester pertama 2020. Sekarang, 73,3% penduduk Indonesia aktif menggunakan internet. Mereka banyak menggunakan smartphone untuk chatting (29,3%) dan media sosial (24,7%).
Perubahan teknologi besar-besaran dalam penyediaan informasi kontak dan direktori. Buku petunjuk telepon kini lebih mudah diakses dan informasinya lebih cepat diperbarui.
"Transformasi digital dalam penyediaan informasi kontak dan direktori menjadi semakin penting di era teknologi yang terus berkembang pesat."
Dengan digitalisasi buku telepon, akses informasi menjadi lebih mudah dan cepat. Ini sesuai dengan gaya hidup digital yang semakin populer di Indonesia.
Inovasi dan Perkembangan Sistem Direktori
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah dunia direktori telepon.
Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam direktori telepon. Pada tahun 2012, Indonesia berada di peringkat ke-100 dari 142 negara. Namun, mereka terus naik menjadi peringkat ke-85 pada tahun 2013.
Di Asia Tenggara dan Oseania, Indonesia berada di posisi ke-12. Ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin maju dalam inovasi direktori.
Tahun | Peringkat Global | Peringkat Regional | Skor Sub-indeks Keluaran Inovasi |
---|---|---|---|
2012 | 100 | 14 | 28.1 |
2013 | 85 | 13 | 32.0 |
2014 | 87 | 12 | 31.81 |
Tantangan masih ada, seperti kurangnya database nasional. Ini menghambat adopsi inovasi di berbagai daerah.
"Kehadiran teknologi informasi dalam dunia pendidikan telah diintervensi oleh perkembangan teknologi ini."
Di masa depan, diharapkan inovasi direktori di Indonesia terus berkembang. Ini sesuai dengan kemajuan teknologi informasi yang cepat.
Kesimpulan
Buku petunjuk telepon telah berubah dari cetak ke digital. Meskipun buku fisik kurang digunakan, direktori tetap penting di internet.
Perubahan dari cetak ke digital menunjukkan pentingnya teknologi. Aplikasi dan situs web membuat akses informasi lebih mudah.
Walaupun masa depan direktori telepon akan berubah, kebutuhan akan informasi kontak tetap ada. Direktori, baik digital maupun cetak, akan terus penting untuk memudahkan akses informasi.
FAQ
Apa saja bagian utama dalam buku petunjuk telepon?
Buku petunjuk telepon terbagi menjadi beberapa bagian utama. Ada cover dalam dengan nomor penting. Lalu ada halaman pendahuluan dengan petunjuk pencarian.
Bagian utama juga terdiri dari halaman putih dan halaman kuning.
Kapan INFOMEDIA didirikan dan apa perannya?
INFOMEDIA didirikan pada tahun 1975. Ini menjadi perusahaan pertama penyedia layanan informasi telepon di Indonesia.
PT ELNUSA YELLOW PAGES didirikan pada 20 Juni 1980. Pada 1995, berganti nama menjadi PT INFOMEDIA NUSANTARA.
Apa yang terdapat di halaman putih dan halaman kuning buku petunjuk telepon?
Halaman putih berisi informasi departemen pemerintah dan pelanggan pribadi. Sementara halaman kuning berisi daftar badan usaha berdasarkan jenis usaha.
Bagaimana format penulisan informasi di halaman putih?
Nama keluarga dicantumkan di depan nama pribadi. Singkatan, gelar, dan pangkat ditulis di belakang nama. Nama perusahaan didahulukan sebelum bentuk badan usaha.
Bagaimana cara mempercepat pencarian di halaman kuning?
Pengguna disarankan melihat indeks di awal halaman kuning. Ini mempercepat pencarian informasi.
Teknik apa yang dapat digunakan untuk mencari informasi dalam buku telepon?
Pencarian informasi bisa dilakukan dengan teknik scanning. Fokus pada informasi tertentu juga membantu.
Sistem indeks dan referensi silang mempercepat pencarian informasi.
Bagaimana format penulisan informasi kontak di buku telepon?
Nama perusahaan ditulis terlebih dahulu. Diikuti oleh bentuk badan usaha, alamat, dan nomor telepon. Untuk perorangan, nama keluarga ditulis di depan nama pribadi.
Bagaimana perkembangan buku petunjuk telepon saat ini?
Buku petunjuk telepon kini tersedia dalam format digital dan online.
Uraian di atas adalah informasi terkait sistematika buku petunjuk telepon. Seiring perkembangan zaman buku telepon sekarang mungkin sudah tidak ada lagi, karena disini (ditempat tinggal admin) sudah tidak ada lagi buku telepon, bagaimana di tempat kalian para sahabat pembaca?
Seiring perkembangan zaman buku telepon sudah mungkin sudah tersedia secara online, karena pencarian teratas di google tentang buku telepon adalah dengan keyword buku telepon online. Semoga bermanfaat. Keep learning!
2 komentar untuk "SISTEMATIKA BUKU PETUNJUK TELEPON"
Saya iseng2 googling nama anak saya, lalu saya temukan blog ini. yang aneh bagi saya tentang halaman ini adalah contoh nama-nama terdapat di keluarga saya.
Sophia Danarena (anak saya)
Darmiyati (istri)
Toko Santi (toko sembako saya)
Kalu boleh tahu, ini kebetulan atau Mas Hanif memang mengenal keluarga saya?
mungkin itu cuma kebetulan saja mas sunarno..
hehehe
Berkomentarlah yang membangun!