2 METODE INI UNTUK MENENTUKAN BESARNYA ESTIMASI PERSEDIAAN
![]() |
Gambar oleh Nattanan Kanchanaprat dari Pixabay |
2 Metode Ini Untuk Menentukan Besarnya Estimasi Persediaan - Metode laba kotor dan metode harga ecer (harga jual) adalah 2 metode yang dipakai untuk menentukan besarnya estimasi persediaan. Berikut penjelasan lebih rinci tentang metode laba kotor dan metode harga ecer (harga jual) tersebut.
Metode Laba
Kotor
Metode laba kotor menggunakan estimasi laba kotor untuk mengestimasi
besarnya persediaan pada akhir periode. Metode laba kotor ini berdasarkan
observasi bahwa hubungan antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan
biasanya relative cukup stabil dasi satu period eke periode berikutnya. Jadi,
besarnya persentase laba kotor untuk periode berjalan di asumsikan sama dengan
besarnya persentase laba kotor yang dihasilkan dalam periode-periode sebelumnya.
Baca juga SIFAT AKTIVA TETAP
Baca juga SIFAT AKTIVA TETAP
Persentase laba kotor periode lalu sebesar 40 % akan digunakan
untuk menentukan besarnya estimasi laba kotor bulan januari, vang kemudian selanjutnya
memungkinkan untuk melakukan penghitungan atas besarnya estimasi harga pokok
penjualan dan persediaan akhir.
Penjualan bersih (aktual) Rp. 500.000.000 100
%
Harga pokok penjualan (estimasi) (Rp. 300.000.000) (
60 %)
Laba kotor (estimasi) Rp. 200.000.000 40%
Setelah besarnya estimasi harga pokok penjualan diperoleh, estimasi
persediaan akhir dapat dihitung dengan cara :
Persediaan awal (aktual) Rp.250.000.000
Harga pokok barang yang dibeli (aktual) Rp.400.000.000
Harga pokok barang yang tersedia untuk dijual (aktual) Rp. 650.000.000
Harga pokok penjualan (estimasi) (Rp300.000.000)
Persediaan akhir (estimasi) Rp.350.000.000
Besarnya estimasi persediaan akhir ini sekarang dapat digunakan
dalam laporan keuangan 31 Januari atau dapat dibandingkan dengan catatan persediaan
perpetual (jika ada), atau juga dapat digunakan sebagai dasar dalam perhitungan
klaim asuransi jika seandainya saja musibah terjadi atas persediaan.
Sebagai catatan, besarnya harga pokok dari barang yang dibeli ini
merupakan penjumlahan antara besarnya pembelian bersih (pembelian dikurangi
dengan potongan pembelian dan retur pembelian serta penyesuaian harga beli)
dengan besarnya ongkos angkut masuk.
Metode Harga Ecer (Harga Jual)
Metode harga jual banyak dipakai oleh perusahaan pengecer
untuk menghitung nilai persedian akhir menurut estimasi harga pokoknya (harga perolehan).
Sama seperti metode laba kotor, metode harga ecer ini dapat digunakan untuk
menentukan besarnya estimasi. persediaan kapanpun diinginkan, dan memungkinkan
untuk mengestimasi nilai persediaan tanpa memerlukan waktu dan biaya untuk
melakukan penghitungan fisik atas persediaan atau untuk menyelenggarakan
catatan persediaan perpetual.
Metode harga ecer akan tetapi lebih fleksibel dibanding
dengan metode laba kotor, karena dengan metode harga ecer memungkinkan perusahaan
untuk mengestimasi nilai persediaan berdasarkan metode penilaian FIFO, LIFO,
rata-rata, dan bahkan metode harga yang terendah antara harga perolehan dengan
harga pasar. Dalam bahasan kali ini, hanya akan diilustrasikan tehnik estimasi
metode harga ecer berdasarkan metode penilaian rata-rata, sedangkan selebihnya
(secara terinci) akan dibahas nanti dalam buku akuntansi lanjutannya. Demikian
juga, dalam bagian (buku) ini tidak akan dibahas secara khusus mengenai
perlakuan yang tepat atas potongan penjualan, retur penjualan, penyesuaian
harga jual, potongan pembelian retur pembelian, penyesuaian harga beli, dan
ongkos angkut masuk. Jadi, untuk menyederhanakan ilustrasi yang akan diberikan
dalam bahasan kali ini, diasumsikan bahwa besarnya penjualan bersih adalah
sama dengan besarnya penjualan bruto, dan besarnya harga pokok dari barang yang
dibeli adalah sama dengan besamya pembelian bruto.
Ketika tehnik estimasi dengan metode harga ecer digunakan,
catatan atas barang yang dibeli haruslah diselenggarakan dalam dua jumlah,
yaitu sebesar harga perolehan dan harga ecer (harga jual). Untuk tehnik
estimasi metode harga ecer berdasarkan metode penilaian rata-rata, besarnya persentase
harga pokok (harga perolehan) dihitung dengan cara membagi harga pokok dari
barang yang tersedia untuk dijual menurut harga perolehan dengan harga pokok
dari barang yang tersedia untuk dijual menurut harga ecer. Untuk menghitung besarnya nilai persediaan
akhir menurut estimasi harga pokok (harga perolehan), persentase harga pokok (harga
perolehan) tersebut akan dikalikan dengan nilai persediaan akhir menurut harga
ecer. Nilai persediaan akhir menurut harga ecer ini dihitung dengan cara
mengurangkan besarnya harga pokok dari barang yang tersedia untuk dijual
menurut harga ecer dengan jumlah penjualan bersih sepanjang periode. Dalam
metode harga ecer yang berdasarkan metode penilaian rata-rata, besarnya
persediaan awal dan harga pokok dari barang yang dibeli dijumlahkan bersama
untuk. menghitung satu persentase harga pokok (harga perolehan).
Ikhtisar Rumus:
o
Persentase harga pokok (harga
perolehan) =
harga pokok dari barang yang tersedia untuk dijual menurut harga
perolehan
dibagi dengan
harga pokok dari barang yang tersedia untuk dijual menurut harga
ecer
|
o
Nilai persediaan akhir menurut
harga ecer =
harga pokok dari barang yang tersedia untuk dijual menurut harga
ecer
dikurang dengan
penjualan bersih sepanjang periode
|
o
Nilai persediaan akhir menurut
estimasi harga pokok (harga perolehan) =
Persentase harga pokok (harga perolehan)
dikali dengan
nilai persediaan akhir menurut harga ecer
|
Untuk mengilustrasikan aplikasi dari metode harga ecer,
perhatikanlah contoh berikut ini:
Harga
Pokok Harga Ecer
Saldo persediaan awal, 1 Januari Rp.30.000.000 Rp.50.000.000
Harga pokok barang yang
dibeli selama Januari Rp.30.000.000
Rp.40.000.000
Harga pokok barang yang
tersedia untuk dijual Rp.60.000.000
Rp.90.000.000
Persentase harga pokok (60 jt : 90 jt) = 66,7%
Penjualan bersih selama bulan Januari (Rp.65.000.000)
Persediaarr akhir menurut harga ecer Rp.25.000.000
Persediaan akhir menurut estimasi harga pokok Rp.
16.675.000
- (Rp. 16.675.000 = Rp. 25.000.000 x 66,7%)
2 komentar untuk "2 METODE INI UNTUK MENENTUKAN BESARNYA ESTIMASI PERSEDIAAN"
Berkomentarlah yang membangun!