METODE DALAM PENILAIAN PERSEDIAAN
![]() |
Gambar oleh StartupStockPhotos dari Pixabay |
Metode Dalam Penilaian Persediaan - Dalam akuntansi, dikenal tiga metode yang dapat
digunakan dalam menghitung besarnya nilai persediaan akhir, yaitu: metode FIFO
(first-in, first-out), metode LIFO (last-in, first-out), metode rata-rata
(average cost method).
Dengan menggunakan metode FIFO, harga pokok dari
barang yang pertama kali dibeli adalah yang akan diakui pertama kali sebagai
harga pokok penjualan. Dalam hal ini,
tidak berarti bahwa unit atau barang yang pertama kali dibeli adalah unit
atau barang, yang pertama kali akan dijual.
Jadi, penekannya di sini bukan kepada unit atau fisik barangnya,
melainkan lebih kepada harga pokoknya.
Dengan menggunakan metode FIFO, yang akan menjadi nilai persediaan akhir
adalah harga pokok dari unit atau barang yang terakhir kali dibeli.
Sebaliknya, dengan menggunakan metode LIFO, harga
pokok dari barang yang terakhir kali dibeli adalah yang akan dakui pertama
kali sebagai harga pokok penjualan.
Dalam hal ini, tidak berarti bahwa unit atau barang yang terakhir
kali dibeli adalah unit atau barang yang pertama kali akan dijual. Sama
seperti metode FIFO, penekanannya bukan kepada unit atau fisik
barangnya, melainkan harga pokoknya.
Dengan menggunakan metode LIFO, yang akan menjadi nilai persediaan akhir
adalah harga pokok dari unit atau barang yang pertama kali dibeli.
Sedangkan harga pokok dari barang yang dibeli adalah
tetap sama (stabil), maka dapat dipastikan bahwa ketiga metode penilaian di
atas masing-masing akan menghasilkan besarnya nilai persediaan akhir yang sama,
sehingga pengaruhnya terhadap besarnya harga pokok penjualan, laba kotor, serta
laba bersih juga akan sama. Namun,
begitu harga pokok atas barang yang dibeli berubah, maka masing-masing dari
ketiga metode penilaian tersebut di atas pada umumnya akan menghasilkan besarnya
nilai persediaan akhir, harga pokok penjualan, dan laba kotor dan laba bersih,
cobalah perhatikan contoh berikut ini.
Jika perusahaan menggunakan metode FIFO dalam
menilai persediaan akhirnya dan asumsi bahwa telah terjadi peningkatan harga
barng atau inflasi, maka penggunaan metode FIFO ini akan menghasilkan nilai
persediaan akhir paling besar, harga pokok penjualan yang paling kecil, dan laba kotor serta laba
bersih yang paling besar. Sebaliknya,
jika perusahaan menggunakan metode LIFO dalam menilai persediaan akhirnya, maka
penggunaan metode LIFO ini akan menghasilkan nilai persediaan akhir yang paling
kecil, harga pokok penjualan yang paling besar, dan laba kotor serta laba
bersih yang paling kecil. Sedangkan penggunaan
metode rata-rata akan menghasilkan nilai persediaan akhir, harga pokok
penjualan, danlaba kotor serta laba bersih yang berada diantara hasil
metode FIFO dan LIFO. Dari contoh ini,
kita dapat juga melihat bahwa ternyata ketika metode LIFO digunakan sepanjang
periode inflasi atau ketika harga barang meningkat, maka penggunaan metode LIFO
akanmemberikan penghematan dalam hal pajak penghasilan. Penghematan dalam hal pajak penghasilan ini
tentu saja timbul karena dengan metode LIFO akan melaporkan jumlah laba bersih
yang paling kecil dibanding metode FIFO dan rata-rata.
Baca juga KESALAHAN DALAM PERHITUNGAN PERSEDIAAN
Baca juga KESALAHAN DALAM PERHITUNGAN PERSEDIAAN
Posting Komentar untuk "METODE DALAM PENILAIAN PERSEDIAAN"
Posting Komentar
Berkomentarlah yang membangun!