PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PERSEDIAAN
![]() |
Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay |
Pengendalian Internal Atas Persediaan - Pengendalian internal atas persediaan mutlak diperlukan
mengingat aktiva ini tergolong cukup lancar.
Kalau kita berbicara mengenai pengendalian internal atas persediaan,
sesungguhnya ada 2 tujuan utama dari diterapkannya pengendalian internal
tersebut, yaitu untuk mengamankan atau mencegah aktiva perusahaan (persediaan)
dari tindakan pencurian, penyelewengan, penyalahgunaan dan kerusakan, serta
menjamin keakuratan (ketepatan) penyajian persediaan dalam laporan
keuangan. Di dalamnya, termasuk
pengendalian atas keabsahan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan.
Pengendalian internal atas persediaan seharusnya dimulai
pada saat barang diterima (yang dibeli dari pemasok). Laporan penerimaan barang yang bernomor urut
tercetak seharusnya disiapkan oleh bagian penerimaan untuk menetapkan tanggung
jawab awal atas persediaan. Untuk
memastikan bahwa barang yang diterima sesuai dengan apa yang dipesan, maka
setiap laporan penerimaan barang harus dicocokkan dengan formulir
pesananan pembelian yang asli. Harga barang yang dipesan, seperti yang
tertera dalam formulir pesanan pembelian, seharusnya dicocokkan dengan harga
yang tercantum dalam faktur tagihan (invoice).
Setelah laporan penerimaan
barang, formulir pesanan pembelian, dan faktur tagihan dicocokkan,
perusahaan akan mencatat persediaan dalam catatan akuntansi.
Pengendalian internal atas persediaan juga seringkali
melibatkan bantuan alat pengaman, seperti kaca dua arah, kamera, sensor
magnetik, kartu akses gudang, pengatur suhu ruangan dan sebagainya, termasuk
petugas keamanan. Cobalah perhatikan
bagaimana sebuah toko retail, seperti Indomaret, Superindo, Alfamart dan Hero
mengamankan barang dagangannya. Tentu
saja di tempat-tempat tersebut memiliki kaca dua arah dan satpam untuk membantu
mengawasi barang dagangannya dan tindakan oknum pembeli yang ingin bermaksud
tidak baik. Atau juga cobalah perhatikan
bagaimana sistem pengamanan yang dterapkan oleh Carrefour, yang dimana sensor
magnetik ditempatkan di dekat pintu keluar.
Mengenai tempat penyimpanan persediaan, persediaan
seharusnya disimpan dalam gudang yang dimana aksesnya dibatasi hanya untuk karyawan
tertentu saja. Seteiap pengeluaran
barang dari gudang seharusnya dilengkapi atau didukung dengan formulir
permintaan barang, yang telah diotorisasi sebagaimana mestinya. Suhu tempat di mana barang disimpan juga
seharusnya diatur sedemikian rupa untuk menghindari terjadinya kerusakan atas
barang dagangan seperti makanan danminuman tertentu, obat, bahan adukan cat,
gas tabung, dan lain sebagainya. Jika
barang dagangan berupa keramik, maka yang harus diperhatikan adalah bagaimana
cara menyusun keramik-keramik tersebut untuk menghindari pecahnya keramik yang
ada pada tumpukan yang paling bawah.
Penggunaan sistem pencatatan perpetual juga
memberikan pengendalian yang efektif atas persediaan. Informasi mengenai jumlah atas masing-masing
jenis barang dagangan dapat segera tersedia dalam buku besar pembantu untuk
masing-masing persediaan. Untuk menjamin
keakuratan besarnya persediaan yang
dilaporkan dalam laporan keuangan, perusahaan dagang seharusnya melakukan
pemeriksaan fisik atas
persediaannya. Sistem pencatatan
perpetual, hasil dari penghitungan fisik atas persediaannya. Seperti yang sudah dibahas dalam modul-modul
sebelumnya, bahwa dalam sistem poencatatan perpetual, hasil dari penghitungan
fisik akan dibandingkan dengan data persediaan yang tercatat dalam buku besar
untuk menentukan besarnya kekurangan yang ada ats saldo fisik persediaan. Jadi, dapat dilakukan bukan untuk menghitung
saldo akhir persediaan melainkan sebagai pengecekan silang mengenai keabsahan
atas saldo persediaan yang dilaporkan dalam buku besar persediaan.
Baca juga METODE DALAM PENILAIAN PERSEDIAAN
Baca juga METODE DALAM PENILAIAN PERSEDIAAN
Posting Komentar untuk "PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PERSEDIAAN"
Posting Komentar
Berkomentarlah yang membangun!