METODE PENGEMBANGAN EVOLUSIONER
![]() |
Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay |
Pengembangan sistem secara evolusioner sendiri memiliki dua variasi. Yang pertama adalah pengembangan eksplotari. Tujuan proses ini adalah bekerja dengan pelanggan untuk menyelidiki persyaratan mereka dan mengirimkan sistem akhir. Harusnya diawali dengan kebutuhan yang sudah dimengerti. Pendekatan ini biasa digunaan untuk mengembangkan sistem berdasar pesanan dari klien (custom product). Variasi kedua adalah prototipe yang dapat dibuang (throw-away-prototype). Metode ini berkonsentrasi pada eksperimen, dengan persyaratan pelanggan yang tidak dipahami dengan baik, cocok untuk pengembangan perangkat lunak jenis produk generik.
Ada beberapa kelebihan metode evolusioner jika dibandingkan dengan SDLC. Metode evolusioner lebih efekti dari pendekatan SDLC dalam menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan langsung dari pelanggan, Karena untuk menghasilkan sistem informasi tidak harus menempuh keseluruhan tahap SDLC. Keuntungan kedua, sementara pengguna mendapat pemahaman yang lebih baik dari masalah mereka, sistem perangkat lunak dapat merefleksikannya.
Adapun kelemahan dari sistem ini antara lain, kurangnya visibilitas proses. Di samping itu, jika sistem dikembangkan dengan cepat, tidaklah efektif dari segi biaya jika dihasilkandokumen yang merefleksikan setiap versi sistem. Kedua, sistem seringkali memiliki struktur yang buruk. Hal ini disebabkan perubahan yang terus-menerus pada program malah cenderung merusak struktur perangkat lunak. Tentu saja ini mengakibatkan penyesuaian perubahan menjadi kian sulit dan mahal. Ketiga metode ini membutuhkan kemampuan pengembangan perangkat lunak dengan SDM yang sudah berpengalaman.
Baca juga PROTOTYPING
Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis & Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: ANDI
Posting Komentar untuk "METODE PENGEMBANGAN EVOLUSIONER"
Posting Komentar
Berkomentarlah yang membangun!